Kamis, 28 Agustus 2014

Cinta Sejati

Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur, ketika kita menangis, ketika kita membayangkanatau berangan-angan? Itu karena hal terindah di dunia tidaklah terlihat.

Kita semua agak aneh dan hidup sendiri kitapun juga agak aneh...
Dan ketika kita menemukan seseorang yang keunikannya sejalan dengan kita, kita bergabung dengannya dan jatuh ke dalam suatu keanehan serupa yang dinamakan CINTA.

Ada hal - hal yang tidak ingin kita lepaskan...
Orang - orang yang tidak ingin kita tinggalkan...
Tapi ingatlah, melepaskan bukan akhir dari dunia, melainkan awal suatu kehidupan baru.

Kebahagiaan ada untuk mereka yang menangis, mereka yang tersakiti, mereka yang telah mencari, dan mereka yang telah mencoba.
Karena merekalah yang bisa menghargai betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupannya.

CINTA yang AGUNG adalah...
Ketika kamu menitikkan air mata dan MASIH peduli terhadapnya..
Ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu MASIH menunggunya dengan setia.
Ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu MASIH bisa tersenyum sambil berkata 'Aku turut berbahagia untukmu'

Apabila cinta tidak berhasil, bebaskan dirimu…
Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya dan terbang ke alam bebas lagi...
Ingatlah, bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya...
Tapi, ketika cinta itu mati,  kamu tidak perlu mati bersamanya...
Orang terkuat bukan mereka yang selalu menang, melainkan mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh.
Entah bagaimana dalam perjalanan kehidupan, kamu belajar tentang dirimu sendiri dan menyadari bahwa penyesalan tidak seharusnya ada.
Hanyalah penghargaan abadi atas pilihan - pilihan kehidupan yang telah kau buat.

MENCINTAI...
Bukanlah bagaimana kamu melupakan, melainkan bagaimana kamu memaafkan.
MEMAAFKAN...
Bukanlah bagaimana kamu mendengarkan, melainkan bagaimana kamu mengerti.
MENGERTI...
Bukanlah apa yang kamu lihat, melainkan apa yang kamu rasakan.
Lebih berbahaya mencucurkan air mata dalam hati, dibandingkan menangis tersedu – sedu.
Air mata yang keluar dapat dihapus, sementara air mata yang tersembunyi menggoreskan luka yang tidak akan pernah hilang.

Dalam urusan cinta, kita SANGAT JARANG menang.
Tapi ketika CINTA kita TULUS, meskipun kalah, kita tetap menang melainkan hanya karena kita berbahagia dapat mencintai seseorang lebih daripada mencintai diri kita sendiri.

Akan tiba saatnya dimana kamu harus berhenti mencintai seseorang. Bukan karena orang itu berhenti mencintai kita melainkan karena kita menyadari bahwa orang itu akan lebih bahagia apabila kita melepaskannya.

Apabila kamu benar - benar mencintai seseorang, jangan lepaskan dia.
Jangan percaya bahwa melepaskan selalu berarti kamu benar - benar mencintai, melainkan berjuanglah demi cintamu.
Itulah CINTA SEJATI.

Lebih baik menunggu orang yang kamu inginkan daripada berjalan bersama orang 'yang tersedia'.
Lebih baik menunggu orang yang kamu cintai daripada orang yang berada di sekelilingmu.
Lebih baik menunggu orang yang tepat kerena hidup ini terlalu singkat untuk dibuang dengan hanya dengan 'seseorang'.

Kadang kala orang yang kamu cintai adalah orang yang paling menyakiti hatimu dan kadang kala teman yang membawamu ke dalam pelukannya dan menangis bersamamu adalah cinta yang tak kamu sadari.

Itulah cinta, kadang susah untuk disadari namun mudah untuk dirasakan atau bahkan sebaliknya.
Jadi, tetaplah tersenyum dalam menghadapi apakah arti cinta yang sebenarnya itu:)

Rabu, 27 Agustus 2014

"Ketika dia berbuat salah, ingatlah kebaikannya"

Sesuatu yang kecil bisa menyelinap dan menghancurkan dari dalam. Dan yang paling menakutkan adalah, semuanya terjadi tanpa sempat kamu sadari.

Ironis rasanya mengetahui bagaimana seorang manusia bisa dengan percaya diri dan mudahnya melewati sebuah badai yang besar. Namun dalam waktu yang sama mengetahui ada beberapa pasang manusia yang bisa hancur hanya karena kerikil kecil.

Sepasang manusia yang akhirnya rela saling melepaskan genggaman tangan hanya karena ancaman kerikil kecil, padahal sebelumnya pernah melewati puluhan badai yang luar biasa besarnya berdua. Logikanya, sepasang manusia yang berhasil melewati badai berdua atas nama cinta pasti lebih bisa melewati kerikil kecil. Namun sekali lagi, cinta seringkali tak sejalan dengan logika.

Badai yang besar harusnya malu kepada kerikil kecil. Dan sepasang manusia yang kehilangan cinta hanya karena kerikil kecil, akan tertutup mukanya oleh pasir yang terbawa angin badai.

Aku tak ingin malu di depan badai dan kerikil, beserta pasir yang senantiasa menyertai mereka.

Sebuah cinta, semestinya lebih digdaya dari badai dan kerikil yang melanda.

Kepada kamu, genggam tanganku. Kita lewati badai, kita langkahi kerikil.

Repost

-@landakgaul